
korupsi sepertinya tak pernah berhenti jadi headline news di indonesia. dari korupsi kelas anggota DPR dan pejabat-pajabat tinggi negara lainnya sampai korupsi kelas Gayus Tambunan.
yang menjadi pertanyaanku selama ini adalah.
aparat penegak hukum yang katanya sih sudah berhasil memberantas koruptor-koruptor yang merajalela itu, apakah kinerjanya bisa di percaya ? atau hanya akal-akalan mereka saja?
sok memberantas koruptor di depan masyarakat tapi nyatanya di belakang ada uang pelicin yang mereka dapatkan dari beberapa tikus-tikus negara yang mereka tangkap.
coba bandingkan kasus korupsi dengan kasus kriminal yang kerugiannya tidak sebesar kasus korupsi.
kasus kriminal seperti copet,jambret,dll. persidangannya lebih cepat dan vonis hukumannya pun lebih lama dibandingkan dengan kasus korupsi yang tiap ada persidangan yang akan diadakan , si terdakwa bisa bebas meminta ijin dengan alasan “SAKIT”. sedangkan vonis hukuman tahanan yang awalnya mencapai puluhan tahun bisa di diskon hingga 3 tahun hukuman penjara. itu pun kalau “benar-benar di penjara” .
nah, disinilah bisa terlihat bahwa hukum di negara indonesia sudah tidak ada harganya lagi. apa para koruptor-koruptor itu tak pernah dibekali iman dan taqwa ketika mereka masih kanak-kanak?
tak punya rasa malu dengan perbuatannya.
katanya kaum “INTELEKTUAL” tapi akalnya kok akal tikus.
seakan-akan “KORUPSI” itu adalah hal yang wajib dilakukan oleh setiap orang yang mempunyai jabatan tinggi serta mempunyai wewenang di negara ini.
ngomong-ngomong di jaman yang sudah modern ini , beberapa orang masih mengenal ilmu santet dan ilmu gaib.
yang kabarnya bisa membahayakan orang yang menjadi sasaran.
apakah harus negara ini memberantas koruptor dengan memakai cara-cara yang tidak kasat mata tersebut?
toh koruptor yang melakukan tindak korupsi juga melakukan hal yang sama. menghilangkan uang secara kasat mata.
kalau pun tindakan tersebut bisa mengurangi kasus korupsi di indonesia, kenapa tidak di lakukan saja?
karena aku yakin rakyat indonesia sudah bosan mendengar kabar tentang korupsi-korupsi yang tak pernah ada habisnya
-sekian-